Postingan

Definisi dan contoh penerapan :

  1.       Coaching adalah proses pembinaan dimana seseorang bertujuan untuk membantu                  memberdayakan orang lain dengan memfasilitasi pembelajaran diri,                                           pertumbuhan  pribadi, dan perbaikan kinerja. Contoh Penerapan : Saya pernah menjadi coach untuk anak-anak disaat mereka mau mengadakan kegiatan bersih desa dan juga persiapan karnaval. Saya mengawalinya dengan berdiskusi dan mendengarkan ide-ide yang muncul akhirnya kami menyepakati dan berusaha mengkomunikasikan kepada rekan sejawat dan wali murid. 2.       M entoring  adalah suatu pengalaman seseorang yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan yang sedang muncul. Contoh Penerapan : Saya pernah membantu teman sejawat menyelasaikan tugas dikl...

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 2.2

Gambar
 Jurnal Refleksi Modul 2.2 berkaitan tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE), Pembelajaran  Sosial Emosional  merupakan pembelajaran yang ber tujuan melatih  kompetensi sosial emosional  peserta didik sehingga tercapai keseimbangan antara  kompetensi  akademik dan  sosial emosional  yang dapat mengantarkan mereka menjadi individu-individu yang selamat dan bahagia. Pada Bulan Februari 2023 adalah waktu kita untuk berlayar pada Modul 2.2 yaitu mengenai hubungan kompetensi sosial dan emosional dengan peran saya sebagai pendidik dan dengan pembelajaran murid. Pada pembelajaran ini saya memahami di antaranya definisi pembelajaran sosial dan emosional, kompetensi sosial dan emosional, kesadaran penuh (mindfulness) sebagai dasar penguatan 5 kompetensi sosial dan emosional serta implementasi pembelajaran sosial dan emosional di kelas maupun sekolah. Pembahasan ini sejalan dengan peran seorang pendidik yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewan...

Keterkaitan Antar Materi

HERU WIBOWO_CGP Angkatan 7_Kelas 53  Pembelajaran Berdiferensiasi adalah serangkaian keputusan masuk akal (comon sense) atau  usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap murid atau yang berorientasi pada kebutuhan murid . Menurut Tomilson (1999:14) dalam kelas yang mengimplementasikan pembelajaran berdiferensiasi seorang guru melakukan upaya yang konsisten untuk merespon kebutuhan belajar murid. Untuk dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas , hal yang harus dilakukan oleh guru antara lain: Melakukan pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan tiga aspek, yaitu: kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar murid (bisa dilakukan melalui wawancara, observasi, atau survey menggunakan angket, dll) Merencanakan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil pemetaan (memberikan berbagai pilihan baik dari strategi, materi, maupun cara belajar) Mengevaluasi dan erefleksi pembelajaran yang sudah berlangsung. ...

PRAKTIK BAIK BERSAMA SISWA DAN REKAN SEJAWAT

  A. Latar belakang Budaya positif adalah suatu pembiasaan yang bernilai positif, Di dalamnya mengandung sejumlah kegiatan yang mampu menumbuhkan karakter Murid. Budaya positif perlu dibangun dalam suatu kelas. Untuk mewujudkan budaya positif harus dilakukan sejak dini mengingat dalam prosesnya membutuhkan waktu yang lama dan konsisten dari setiap stakeholder yang ada. Sebagai calon guru penggerak, tentu memiliki peran yang besar dalam mewujudkan disiplin positif, baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah. Pembentukan keyakinan kelas memiliki dampak yang besar terhadap keberhasilan pembelajaran. Apabila guru dan murid membuat keyakinan kelas dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran, maka akan berpengaruh pada perubahan tingkah laku peserta didik. Perubahan tingkah laku ini juga akan berujung pada terbentuknya budaya positif di kelas. B. Deskripsi Aksi Nyata         1.  Tujuan Menumbuhkan peserta didik untuk melakukan pembiasaan positif di ...