Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 2.2

 Jurnal Refleksi Modul 2.2 berkaitan tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE), Pembelajaran Sosial Emosional merupakan pembelajaran yang bertujuan melatih kompetensi sosial emosional peserta didik sehingga tercapai keseimbangan antara kompetensi akademik dan sosial emosional yang dapat mengantarkan mereka menjadi individu-individu yang selamat dan bahagia.

Pada Bulan Februari 2023 adalah waktu kita untuk berlayar pada Modul 2.2 yaitu mengenai hubungan kompetensi sosial dan emosional dengan peran saya sebagai pendidik dan dengan pembelajaran murid. Pada pembelajaran ini saya memahami di antaranya definisi pembelajaran sosial dan emosional, kompetensi sosial dan emosional, kesadaran penuh (mindfulness) sebagai dasar penguatan 5 kompetensi sosial dan emosional serta implementasi pembelajaran sosial dan emosional di kelas maupun sekolah.

Pembahasan ini sejalan dengan peran seorang pendidik yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara  yaitu “menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak, agar mereka sebagai manusia dan anggota masyarakat  dapat mencapai keselamatan dan  kebahagiaan yang setinggi-tingginya”. Pemikiran tersebut mengingatkan bahwa tugas seorang guru adalah menumbuhkan motivasi mereka agar mereka dapat membangun perhatian yang berkualitas pada materi dengan merancang  pengalaman belajar yang bermakna.

Kesadaran  akan proses pendidikan yang dapat menuntun tumbuh kembang murid secara holistik sudah menjadi perhatian para pakar pendidikan sejak lama. Kesadaran ini berawal dari teori kecerdasan Emosi Daniel Goleman, dikembangkanlah CASEL (Collaborative for Academic, Socual and Emotional  Learning) pada tahun 1995 sebagai konsep Pembelajaran Sosial Emosional (PSE).

Dengan mencermati diagram diatas kita semakin memahami pentingnya  PSE dalam peningkatan kompetensi sosial dan emosional. Terciptanya lingkungan belajar yang lebih positif, peningkatan sikap positif  dan toleransi siswa terhadap dirinya, orang lain dan lingkungan sekolah. PSE memberikan kekuatan bagi murid untuk dapat sukses dalam berbagai area kehidupan mereka diluar akademik, termasuk kesejahteraan psikologis (Well-Being) secara optimal.

Praktek kesadaran penuh pada prinsipnya merupakan segala aktivitas yang dilakukan secara sadar. Apapun bentuk aktivitasnya yang ditekankan adalah perhatian yang diberikan saat melakukan aktifitas tersebut. Praktik kesadaran penuh yang paling sederhana adalah melatih dan menyadari napas, salah satunya adalah Teknik STOP. Teknik ini dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja tanpa membutuhkan peralatan.

Noble dan McGrath (2016) menyebutkan bahwa Well-being murid yang optimal adalah kesadaran emosinal yang berkelanjutan (relatif stabil) yang ditandai dengan sikap dan suasana hati yang secara umum positif dengan sesama murid, guru, resiliensi, optimalisasi diri dan tingkat kepuasan diri yang tinggi berkaitan dengan pengalaman belajar mereka di sekolah.

PSE adalah pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh seluruh komunitas sekolah. Proses ini memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah memperoleh dan menerapkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional. Tujuan dari pembelajaran Sosial emosional adalah :

·     Memahami, menghayati, dan mengelola emosi (kesadaran Penuh)

·     Menetapkan dan mencapai tujuan positif (pengelolaan diri)

·     Merasakan dan menunjukkan empati kepda orang lain ( Kesadaran sosial)

·     Membangun dan mempertahankan hubungan yang positif (Ketrampilan berelasi)

·     Membuat keputusan yang bertanggungjawab (pengambilan keputusan yang bertanggungjawab)

Adapun implementasi pembelajaran sosial dan emosional di kelas dan sekolah dapat diberikan melalui :

F   Pengajaran eksplisit

F   Integrasi dalam praktek mengajar guru dan kurikulum akademik

F   Menciptakan iklim kelas dan budaya sekolah

F   Penguatan kompetensi sosial dan emosional Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) disekolah

Sedangkan 5 kompetensi sosial dan emosional yang harus dikuasai, baik oleh Guru maupun murid adalah :

1.    Kesadaran diri

2.    Manajemen diri

3.    Kesadaran sosial

4.    Keterampilan berelasi

5.  Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Definisi dan contoh penerapan :

Keterkaitan Antar Materi