PRAKTIK BAIK BERSAMA SISWA DAN REKAN SEJAWAT

 A. Latar belakang

Budaya positif adalah suatu pembiasaan yang bernilai positif, Di dalamnya mengandung sejumlah kegiatan yang mampu menumbuhkan karakter Murid. Budaya positif perlu dibangun dalam suatu kelas. Untuk mewujudkan budaya positif harus dilakukan sejak dini mengingat dalam prosesnya membutuhkan waktu yang lama dan konsisten dari setiap stakeholder yang ada. Sebagai calon guru penggerak, tentu memiliki peran yang besar dalam mewujudkan disiplin positif, baik di dalam kelas maupun di lingkungan sekolah.

Pembentukan keyakinan kelas memiliki dampak yang besar terhadap keberhasilan pembelajaran. Apabila guru dan murid membuat keyakinan kelas dan dilaksanakan dengan penuh kesadaran, maka akan berpengaruh pada perubahan tingkah laku peserta didik. Perubahan tingkah laku ini juga akan berujung pada terbentuknya budaya positif di kelas.

B. Deskripsi Aksi Nyata

       1. Tujuan

  • Menumbuhkan peserta didik untuk melakukan pembiasaan positif di kelas atau di sekolah.
  • Menumbuhkan sikap tanggung jawab pada diri peserta didik atas pemilihan aspirasi idenya melalui kesepakaatan kelas.
  • Menumbuhkan rasa saling menghargai diri sendiri dan orang lain

        2. Tolak Ukur

  • Terciptanya "Keyakinan Kelas" melalui kegiatan kesepakatan kelas yang dilakukan wali kelas dan siswa.
  • Guru dan Siswa mampu menerapkan dan menjalankan "Keyakinan Kelas" yang telah dibuat.
  • Bisa menjadi acuan untuk solusi masalah yang erta hubungannya dengan Segitiga Restitusi.

        3. Langkah membuat Keyakinan Kelas

  • Guru meminta semua murid di kelas untuk menuliskan apa saja aturan yang perlu disepakati bersama di kelas.
  • Semua usulan dari murid ditulis pada papan tulis.
  • Kalimat-kalimat yang sudah disepakati menjadi keyakinan kelas diubah menjadi kalimat positif.

 C. Hasil dari Aksi Nyata yang Dilakukan

    Hasil dari aksi nyata yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Murid memberikan respon yang positif atau umpan balik terhadap pesan yang disampaikan.
  2. Murid memiliki keterampilan yang baik dalam menyampaikan ide atau gagasan.
  3. Murid memiliki sikap saling menghargai pendapat, mampu bekerja sama dan bertanggung jawab.
  4. Murid mampu berpikir kritis, kreatif dan memiliki rasa tanggung jawab.

D. Kesimpulan

Pelaksanaan aksi nyata modul 1.4 merupakan pengalaman yang sangat menarik dan menantang dimana dibutuhkan semangat nilai-nilai mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid. Semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis sebagai renungan dan refleksi diri dalam melakukan perubahan positif.


A. Latar belakang

Budaya positif di sekolah ialah nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan-kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid. Budaya positif dapat dijalankan dengan menerapkan konsep-konsep ; disiplin positif, memahami motivasi prilaku manusia, posisi control seorang guru, pembuatan keyakinan kelas/sekolah dan penerapan segitiga restitusi. Untuk mewujudkan budaya positif harus dilakukan sejak dini mengingat dalam prosesnya membutuhkan waktu yang lama dan konsisten dari semua pihak yang ada.

B. Deskripsi Aksi Nyata

       1.    Tujuan

  • Menambah wawasan baru tentang konsep-konsep budaya positif.
  • Menuntun murid untuk berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab.
  • Pengembangan budaya positif dapat menumbuhkan motivasi instrinsik dalam diri anak.

        2.   Tolak Ukur

  • Terwujudnya wawasan baru dalam diri rekan sejawat.
  • Adanya instropeksi diri untuk menjadi seorang pendidik yang lebih baik.
  • Rekan sejawat mampu memposisikan dirinya sebagai manajer.
  • Mengerti dan mampu menerapkan segitiga restitusi.

         3.   Langkah-langkah :

  • Menghadap Kepala Sekolah untuk meminta izin pelaksanaan belajar Bersama dalam kegiatan Praktik Baik disekolah bersama rekan guru.
  • Mengumpulkan rekan guru untuk melakukan kegiatan belajar bersama tentang materi Budaya Positif (Konsep-konsep Budaya Positif khususnya tentang posisi kontrol seorang guru dan segitiga restitusi)
  • Menanyakan umpan balik rekan sejawat terhadap kegiatan Praktik baik yang sudah diikuti, diantaranya ;

F Kepala Sekolah termotivasi dengan materi yang disampaikan dan memberikan penguatan melalui kesan pesannya.

F Rekan sejawat sadar tentang 5 posisi kontrol guru, apa yang telah di lakukan selama menjadi pendidik jarang atau bahkan belum pada posisi manajer.

F Rekan sejawat mengutarakan pendapatnya “Akan berupaya memahami kebutuhan dasar murid untuk mewujudkan pribadi yang bertanggung jawab dan berbudi pekerti luhur serta akhlak mulia sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

C. Hasil Aksi Nyata

    Hasil dari aksi nyata yang dilakukan adalah sebagai berikut :

  1. Guru memberikan respon yang positif atau umpan balik terhadap materi yang disampaikan.
  2. Guru memiliki wawasan baru tentang pentingnya Budaya Positif di Sekolah.
  3. Guru mengetahui konsep-konsep Budaya Positif (disiplin positif, motivasi prilaku manusia, posisi control seorang guru, pembuatan keyakinan kelas/sekolah dan penerapan segitiga restitusi).

 D. Kesimpulan

Pelaksanaan praktik baik tentang Budaya Positif merupakan pengalaman yang sangat menantang, dimana semua pihak diarahkan agar dapat melakukan restitusi dengan benar dan mampu meningkatkan peran kontrol.

Posisi guru bukan seorang penghukum, pembuat orang merasa bersalah, teman, pemantau namun bisa memposisikan diri sebagai manager yang merupakan posisi kontrol yang harus dimiliki semua guru. Semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis sebagai renungan dan refleksi diri dalam melakukan perubahan positif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jurnal Refleksi Dwi Mingguan Modul 2.2

Definisi dan contoh penerapan :

Keterkaitan Antar Materi